Tak Seindah Hayalan
May 25, 2011 Leave a comment
Cara termudah mencari karyawan tanpa harus melatih, tanpa harus membayar biaya pelatihan dari kegagalan dan kesalahan yang dilakukannya adalah dengan MEMBAJAK, Cara termudah mendapatkan kenaikan gaji menunggu di BAJAK atau MEMBAJAKAN DIRI. Namun jangan berharap memiliki karyawan yang loyal, setia dan Jujur dan Jangan pernah berharap pengampunan dari pemimpin yang telah membajak karena bukan untuk itu mereka membajak tapi untuk untung dan rugi.
Banyak perusahaan enggan melatih, memberangkatkan pelatihan, memberi kesempatan untuk belajar. menurut mereka “nanti kalau mereka pintar mereka akan susah diatur”, “kalau diberi kesempatan keluar kantor atau tugas luar nanti mereka dibajak orang”, tentu hal ini juga tidak dapat disalahkan, namun memproteksi agar karyawan tidak keluar dari perusahaan dengan cara ini juga kurang bijak. perlu ada kesepahaman antara karyawan dan perusahaan. Perusahaan memberi kesempatan agar karyawan dapat berkembang, namun karyawan juga mampu menjaga kepercayaan tersebut, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tepati target waktu yang telah ditetapkan dan jangan “selingkuh” menggunakan biaya perusahaan, mencari peluang lain dengan biaya perusahaan dan fasilitas perusahaan untuk kepentingan diri sendiri.
Jika perusahaan membajak karyawan dan karyawa mau dibajak tentunya ada nilai-nilai yang tidak diperhatikan oleh kedua belah pihak yaitu Integritas, Loyalitas, kejujuran dan moral. kenapa harus membajak? padahal masih ada Jutaan pengangguran, bukankah dengan membajak karyawan orang lain bisa saja membuat perusahaan itu mengalami penurunan sehingga berpotensi menambah pengangguran. sebagian besar tujuan pembajakan bukan semata membajak karyawan yang bersangkutan tetapi juga membajak konsumen perusahaan yang dihandle oleh karyawan tersebut, bagaimana bisa perusahaan seperti ini menjadi harapan masa depan? jika saat ini, saat ia membajak anda ia tidak memikirkan dampak atas tindakannya. ironis juga bagi karyawan yang mau dibajak, pendapatan pasti lebih besar, namun anda tetap harus mulai dari Nol karena belum ada rekaman prestasi atas nama anda diperusahaan baru tersebut. saya kenal seseorang yang suka sekali pindah-pindah kerja (dibajak dan membajakkan diri), diperusahaan asal jabatan terakhirnya Marketing, lalu pindah ke perusahaan B dengan jabatan Marketing, Selang beberapa bulan teman saya tersebut menawarkan produk atas nama perusahaan C tentunya jabatannya juga masih sama, sementara rekan seangkatannya diperusahaan asal telah menduduki jabatan manajer dengan fasilitas Mobil, sementara dia masih marketing dan masih menunggangi Motor, karena sangat tidak mungkin karyawan baru diberi fasilitas mobil dia harus membuat rekaman prestasi/catatan prestasi baru, kapan jadi senior?
Bagaimana dengan Loyalitasnya? tentunya harus disadari oleh kedua belah pihak bahwa mereka tidak boleh mengharapkan loyalitas. Bagaimana Anda mengharapkan kesetiaan dari seorang istri yang sebelum Anda nikahi adalah seorang Janda yang sudah beberapa kali cerai karena sang istri selingkuh. Wanita yang seperti ini berusaha mencari kehidupan yang lebih baik dengan cara ganti suami. Waktu didesa mungkin Anda laki-laki terbaik, lalu setelah menikah Anda dan istri hijrah ke kota dan ternyata dikota banyak pria-pria yang lebih baik, lebih kaya. Sekarang pertanyaannya ada 2 untuk istri, yang 1 Apakah Anda akan cari pria-pria yang lebih baik itu dan menikah dengannya?, atau yang ke 2 Anda terus bersama suami Anda, mendukung dan menjadikan suami Anda sebaik Pria-Pria lain tersebut? tentu semua itu pilihan yang bisa Anda pilih beserta konsekuensinya dan image (citra) yang melekat pada kedua pilihan tersebut. Dalam kontek Pembajakan karyawan, apakah perusahaan seperti ini layak menjadi tempat Anda menyandarkan masa depan?
Bagi seorang Entrepreanure tentu hal seperti ini bukan hal yang harus ditakuti, jika kita memiliki karyawan kutu loncat seperti ini, cukup layak untuk disyukuri, karena kita telah ditunjukan dan mereka menunjukan diri bahwa mereka tidak cukup tepat untuk ada bersama kita, membangun Visi besar, menjadi besar, mereka menunjukan diri mereka tidak layak untuk dicatat dalam sejarah kesuksesan Perusahaan kita.
Bagi Perusahaan, bangunlah system, jangan titipkan system pada seseorang, melekatkan pada seseorang, bangun kepercayaan, mulailah percaya pada lebih banyak orang dan lakukan regenerasi kepemimpinan. dan bagi karyawan, tunjukan seluruh potensi Anda, jadilah yang terbaik, layak dipercaya dan layak dipertahankan.
Salam
Made Sumiarta, SE


