Manfaat dan Bahayanya AutoText pd BlackBerry

PENTING : AutoText adalah salah satu fasilitas di Blackberry yg digunakan utk mempermudah dan mempercepat penulisan kata yg sering digunakan. Misalnya byk yg tanya alamat Anda,jika tanpa AutoText, maka Anda harus mengetikan setiap kali ada yg bertanya atau copas dari ketikan sebelumnya,tentu ini sgt tdk produktif.Dg AutoText Anda bisa menyimpan Alamat Anda dg kata kunci “AlamatKue”,maka langsung deh Kata AlamatKue tersebut diganti dg alamat yg Anda simpan/maksudkan. Simpelkan? Enak kan?
Namun kadang Anda tdk ingin menganti kata tersebut tp langsung terganti, hal ini kadang MENYEBALKAN,
– Coba Anda ketik Teh Jati Cina maka otomatis diganti menjadi the Jati Cina,tentu bagi yg tdk tahu bahwa Teh Jati Cina adalah Teh Pelangsing Tubuh,Penurun Kolestrol, mengatasi Sembelit, membersihkan endapan-endapan di usus, jadi bingung krn kata teh berubah jadi the. Klo butuh info dan pemesanan Teh Jati Cina yg Dhsyat Manfaatnya silahkan Add Pin : 27B59965 dan Pin : 23007579 (yg ini info serius), info produk dpt dilihat di http://AreaDagang.com dan http://JualHebat.com

– Coba ketik http://akmi-baturaja.ac.id maka tulisan id berganti jd I’d, sehingga link tsb gak ada, maksud penyampaian info Bahwa AKMI Baturaja adalah “Kampus Lokal Kualitas Global”, “Kampus Pencetak Wirausaha Muda”, “Kampus dg Segudang Prestasi Nasional”, “Kampus yg 90% Dosenya penulis buku Nasional”, “Kampus yg lulusannya sudah dipesan oleh industri, bekerja bahkan saat masih kuliah”, menjadi tdk tersampaikan, hny krn kesalahaan penulisan akibat AutoText. Sekarang coba Anda ikuti Link ini http://akmi-baturaja.ac.id pasti Anda akan melihat info yg saya sampaikan diatas (Profile, sejarah), sayang foto Gantengku blm dipasang, hehe..

Maka sebaiknya membuat kata kunci AutoText jgn gunakan kata yg umum yg sering diGunakan tp yg unik, spt Alamat = AlamatKue. Tp jgn khawatir,bila sdh terlanjur, maka ada caranya,pd saat Anda mengetikan kata kuncinya sebelum menekan spasi,Anda tekan tombol Shift (aA)+Spasi (biasanya terletak di kiri dan kanan bawah keypad).
Selamat Mencoba, silahkan share dg menyebutkan sumber dan tidak mengurangi isinya ….

Salam

Advertisements

Kepala Ikan dan Kepemimpinan

Kepemimpinan Situasional

 

Ada sepasang suami istri yang tengah merayakan ulang tahun pernihakaan perahnya (25 tahun usia pernikahaan), mereka terlihat hidup harmonis, sesaat setelah mereka acara usai sang suami yang bijaksana berkata “Istriku, 25 tahun kita sudah bersama, berbagi suka dan duka, tentu bukan hal yang mudah melayani Papa selama ini, maka hari ini Papa ingin mendengar apa yang membuat Mama kesal dan apa yang Mama harapkan kedepannya” tanya sang suami sambil membelai lembut rambut istrinya. Sang Istri memandang lembut sang suami dan memastikan bahwa jawabannya nanti tidak akan menyinggung suaminya, “Papa, Mama bahagia selama ini”, jawab sang istri dengan mata berkaca-kaca menahan haru, namun seperti ada ganjalan yang tersimpan dalam hatinya yang sepertinya ingin Ia simpan untuk dirinya sendiri. Sang suami memadang lembut istrinya dan tersenyum “Terimakasih Mama, namun Papa masih merasakan ada satu ganjalan yang masih Mama simpan, sampaikanlah Ma” berkata Sang suami meyakinkan. Baiklah Pa ”Sebenarnya Mama suka sekali kepala ikan, namun karena Mama ingin sekali melihat Papa senang, maka setiap Mama masak Ikan, kepalanya selalu Mama berikan untuk Papa, dan melihat Papa begitu lahap makan kepala ikan yang Mama berikan, Mama tidak tega memintanya” jawab Sang istri tertunduk cemas menunggu jawaban suaminya. Sementara suaminya terperanjat kaget, namun segera Ia menguasai diri, menghela napas, membelai lembut rambut sang istri dan berkata ”Ma, Maafkan Papa selama ini, 25 tahun Mama telah menyimpan ini dan menahan keinginan, 25 tahun sudah Papa tidak mampu melihat dan merasakan keinginan Mama, Namun bolehkan Papa menyampaikan sesuatu?” tanya sang suami sambil tetap membelai lembut rambut istrinya. “Tentu saja Papa, selama 25 tahun ini tentu bukanlah hal yang mudah juga memahami, menjaga, dan memenuhi segala kebutuhan kita”, jawab sang istri sambil memandang lembut sang suami. ”Ma, sekali lagi maafkan Papa selama ini, meskipun harus Papa katakan bahwa sebenarnya Papa tidak suka dengan kepala ikan yang selalu Mama berikan untuk Papa, namun Mama begitu bersemangat dan begitu ceria saat menghidangkannya untuk Papa, Papa tidak ingin melihat Mama kecewa dan demi melihat Mama bahagia, Papa terpaksa menikmati dengan lahap”, ujar sang suami sambil memeluk dan mencium lembut kening sang istri. Sekarang giliran sang istri yang terperanjat sambil memandang lekat wajah suaminya, Haaaa……… jadi….jadi….jadi…….. dan akhirnya mereka berpelukan mesra dalam haru dan kedamaian hati masing-masing.

 

Rekan-rekan sekalian, cerita ini mungkin hanya karangan belaka, namun sangat sering dan banyak terjadi dalam kehidupan kita, baik dalam hubungan rumah tangga, pertemanan, maupun dalam organisasi dan dunia kerja. Hal ini terjadi karena kita mengukur kemampuan dan cara berpikir orang lain dengan standar kita saat ini. Terkadang kita emosi memberitahu anak kita dan anak kita tidak mengerti, kita kesal dan marah memberitahu karyawan kita karena tidak mengerti dan menjalankan apa yang kita katakan. Mungkin kita melupakan proses perjalanan kita sampai pada tingkatan sekarang, kita berharap anak kelas 1 dapat mengerti bahasa kita yang sudah kelas 6. Lalu siapakah yang salah dalam hal ini?. Dari apa yang sudah Saya sampaikan diatas, tentu tidak ada yang benar dan salah, yang ada adalah tidak setaranya kemampuan dari kedua pihak tersebut atau tingkatan proses dari kedua pihak tersebut belum sampai pada titik yang sama. Tabel dibawah merupakan tabel tingkat perkembangan dan gaya kepemimpinan yang sesuai yang saya ambil dari buku “The One Minute Manager, karya  Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D

Tingkat Perkembangan

Gaya Kepemimpinan yang sesuai

P1

Kecakapan Rendah

Komitmen Rendah

G2

MEMBERI PENGARAHAN

Struktur, Kontrol dan Pengawasan

P2

Sedikit Kecakapan

Komitmen Rendah

G2

MELATIH

Mengarahkan dan mendukung

P3

Kecakapan Tinggi

Komitmen Bervariasi

G3

MENDUKUNG

Memuji, Mendengarkan dan memudahkan

P4

Kecakapan Tinggi

Komitmen Tinggi

G4

MENDELEGASIKAN

Menyerahkan tanggung jawab untuk membuat keputusan sehari-hari

Sumber : Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D. – The One Minute Manajer

 

Dari tabel tersebut sangat jelas dikelompokan tingkat perkembangan dan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk tingkat perkembangan yang ada. Saya coba terjemahkan dan gambarkan dalam bahasa yang lebih mudah untuk dipamani

 

Tingkat Perkembangan

Gaya Kepemimpinan yang sesuai

P1

Kecakapan Rendah

Komitmen Rendah

Tidak Mampu (Kurang Mampu)

Tidak Mau (kurang bersemangat)

Kapatuhaan rendah

G2

MEMBERI PENGARAHAN

Struktur, Kontrol dan Pengawasan

Tunjukan pekerjaan, tunjukan caranya secara detail, yakinkan kenapa mereka harus melakukan, tunjukan manfaatnya dan penghargaan (reward dan funishmentnya), Awasi dan kontrol hasilnya. Pada tingkatan ini Anda harus menyadari bahwa prosentase hasilnya tidak sesuai yang Anda harapkan

(Directing)

P2

Sedikit Kecakapan

Komitmen Rendah

Kecakapannya belum cukup untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Kepatuhaannya rendah

G2

MELATIH

Mengarahkan dan mendukung

Beri pengarahaan point-point yang harus dilakukan, latih Ia cara melakukannya, beri semangat bahwa Ia bisa melakukannya, dan pastikan apa yang akan didapatkanya jika Ia berhasil melakukannya

(Coacing)

P3

Kecakapan Tinggi

Komitmen Bervariasi

Kemampuannya Tinggi untuk melakukan tugas terkait, namun kepatuhaannya tidak stabil, mudah mengeluh jika menemukan kendala dalam tugas tersebut

G3

MENDUKUNG

Memuji, Mendengarkan dan memudahkan

Berikan pujian bahwa kemampuan yang dimilikinya luar biasa, dengarkan pendapatnya, berikan Ia keleluasaan dan kemudahaan untuk Ia dapat melakukan tugas tersebut. Namun tetap bantu Ia memantau/mengontrol/mengevaluasi dalam proses penyelesaian tugasnya

(Supporting)

P4

Kecakapan Tinggi

Komitmen Tinggi

Tingkat perkembangan yang ideal yang dibutuhkan oleh semua kelompok tim. Memiliki kemampuan dan kemauan yang  tinggi

G4

MENDELEGASIKAN

Menyerahkan tanggung jawab untuk membuat keputusan sehari-hari

Delegasikan, percayakan, dan beri wewenang untuk membuat keputusan yang dianggapnya penting untuk menyelesaikan tugasnya. Berikan gambaran hasil akhir dan waktunya (goal) lalu percayakan prosesnya. Sebagai pemimpin jangan bersikap dominan terhadap tim tipe ini karena bisa mematikan kemampuan, kreativitas dan komitmennya. Pastikan Ia memiliki ruang yang cukup untuk mengekplorasi dan berkreasi.

(Delegating)

 

Sebagai pemimpin kita harus bisa mengkomunikasikan, mengkondisikan, menilai dan mengkategorikan tingkat perkembangan tim kita. Sehingga tugas, tanggungjawab dan target kita dapat tercapai meskipun dengan tingkat perkembangan tim yang bervariasi. Jangan mendelegasikan tugas pada tim yang masih berada pada tingkat perkembangan P1, atau jangan mendikte tim yang sudah berada pada tingkat perkembangan P4, sehingga sebagai pemimpin kita selalu merasa kecewa dan menyalahkan tim kita.

 

Sebagai tim juga harus menyadari, bisa menilai diri dan terus meningkatkan kemampuan agar sampai pada tingkat perkembangan yang lebih baik dan pada akhirnya bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Jangan meminta wewenang sementara kita belum mampu dan komitment, jangan selalu meminta petunjuk sementara kita sudah mampu, agar kita tidak selalu merasa diperlakukan tidak adil, dikebiri dan diremehkan.

 

Semoga bisa memberi insfirasi untuk melakukan perubahaan yang lebih baik yang tentunya kita mulai dari diri sendiri (baca artikel ”Dari mana perubahaan dimulai”)

 

Salam

Made Sumiarta

http://madesumiarta.com

 

Kampus dengan Segudang Prestasi

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Malam Kesadaran, bukan Penebusan Dosa
Oleh I Gusti Ketut Widana

Kisah Lubdhaka seorang pemburu yang kemudian berhasil masuk surga rupanya telah mengobsesi sebagian kalangan umat untuk bergiat mengikuti acara malam Siwaratri dengan harapan bisa mengikuti jejak Lubdhaka. Lubdhaka yang meskipun banyak melakukan perbuatan dosa, lantaran ia adalah seorang pembunuh (binatang), namun akhirnya berhasil mencapai surga, sebuah tempat yang selalu menjadi impian umat untuk dicapai setelah kematian menjemput.

Pemahaman yang demikian dangkal inilah yang tampaknya membuat kesalahkaprahan terhadap arti dan makna hari suci Siwaratri yang tahun ini akan dilaksanakan 22 Januari mendatang. Kebanyakan umat Hindu (awam), akhirnya berkembang menjadi pendapat umum, bahwa Siwaratri dianggap sebagai malam penebusan dosa. Padahal secara harfiah, arti kata Siwaratri, lengkapnya Siwaratri Kalpa adalah sebagai malam penghormatan Siwa yang sepatutnya dimaknai sebagai malam kesadaran (tan mrema, tan aturu) bukan sekadar begadang semalam suntuk lalu berharap segala dosa ditebus, kemudian setelah ajal menjemput surga menyambut.

Alur cerita Siwaratri yang menampilkan gambaran hidup Lubdaka yang adalah seorang pemburu lalu masuk surga, mengesankan betapa dosa itu bisa dengan mudah ditebus oleh seseorang yang keseharian hidupnya terbiasa merlakukan Himsa Karma, membunuh binatang yang hakikatnya makhluk hidup juga. Jika disimak lebih dalam makna satwa (kebenaran) dibalik satua (penceritaan) Siwaratri, didapat pemahaman, sesungguhnya semua kisah lengkap tentang perjalanan hidup Lubdaka, adalah gambaran tentang kehidupan kita, yang diingatkan untuk selalu berikhtiar mencari dan akhirnya menemukan Sang Jati Diri (atutur ikang atma ri jatinya) sebagai jalan mencapai Sang Mulajadi, Tuhan itu sendiri.

Jati diri sebagai homo religious yang senantiasa dituntun sekaligus dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas diri, lahir bathin : material spiritual. Karena itu kisah perjalanan Lubdaka sebenarnya merupakan episode kehidupan manusia yang pada akhirnya harus kembali kepada-Nya dengan cara pelan tapi pasti agar meninggalkan kehidupan duniawi yang diikat raga (indria) dan selalu berbuah papa (hina, sengsara). Itulah sebabnya Lubdaka digambarkan pergi meninggalkan rumah, anak dan istri menuju ke hutan jauh dari keramaian dunia yang akrab dengan keinginan duniawi. Harapannya agar ia menemukan marga satwa (jalan kebenaran) dalam usahanya membunuh (sifat-sifat) kehewaniannya.

Oleh karena kapetengan (kemalaman), sebagai gambaran bahwa ia masih diliputi kegelapan (kebodohan/ketidaksadaran), maka Lubdaka menaiki sebuah pohon Bilwa (Bila), sebagai pertanda bahwa ia hendak meningkatkan kualitas dirinya, terutama rohani/spiritualnya. Agar tetap dalam keadaan terjaga (jagra), ia memetik-metik daun Bilwa, sebagai isyarat ia dengan tekun dan disiplin serta penuh konsentrasi mencurahkan rasa bhaktinya agar tetap dalam keadaan eling ring raga (berkesadaran).

Setiap bagian perbuatan Lubdhaka itu sebenarnya merupakan fragmentasi betapa pentingnya ”pengisian diri” dengan berbagai jnana (pengetahuan/widya) agar menjadi wijnana (bijaksana) yang disimbolisasikan dengan memetik daun (lambang media aksara/ilmu). Selanjutnya menjadi bekal moral meningkatkan kesadaran spiritual, sehingga memudahkan pencapaian obsesi ”persatuan” dengan Siwa, sebagaimana dilukiskan Lubdhaka bersamaan/bersatu dalam Yoganya Siwa yang membuatnya patut mendapat anugerah Siwaloka (surga).

Surga yang akhirnya berhasil dicapai Lubdaka sejatinya pembuktian bahwa siapapun umat manusia meski dalam keseharian hidupnya penuh dengan gelimangan dosa. Jika timbul kesadaran untuk merubah dan kemudian memperbaiki diri agar menjadi lebih berkualitas, jasmani-rohani atau material-spiritual, maka pahala surga siap menanti untuk dinikmati. Namun patut disadari, persoalan pencapaian obsesi surga tidaklah semudah sebagaimana digambarkan lewat ”kisah satu malam” Lubdhaka yang kemudian mengantarkannya meraih tiket surga. Bagaimanapun juga, semua bentuk pencapaian, pasti dibarengi dengan perjuangan sekaligus pembelajaran, syukur-syukur mendapat pencerahan guna mencapai kesadaran sampai akhirnya mencapai titik puncak kebahagiaan atau keabadian di alam-Nya.

Dalam konteks apa yang dilakukan atau ditiru oleh umat Hindu kebanyakan, lebih-lebih dari kalangan kawula mudanya dengan menafsirkan malam Siwaratri sebagai malam penebusan dosa, sesungguhnya merupakan sebuah kesalahkaprahan sekaligus bentuk penyimpangan terhadap arti dan makna hari suci Siwaratri. Apalagi kemudian dengan alasan majagra begadang semalam suntuk membuat kegiatan/acara yang keluar dari konteks ritual Siwaratri itu. Misalnya bepergian, terkadang berpasang-pasangan ke tempat-tempat sepi di malam hari seperti ke pantai atau lokasi lain yang dipandang aman dari pengawasan. Entah apa yang kemudian dilakukan anak-anak generasi muda Hindu tersebut, yang pasti maksud hati hendak bermalam Siwaratri dengan harapan menebus dosa kenyataannya malah semakin menambah dosa.

Tujuan utama Siwaratri untuk melebur atau melenyapkan (mapralina) kegelapan hati agar mencapai pencerahan dan kesadaran akhirnya berujung pada semakin jatuhnya kualitas diri manusia dari berstatus Manawa (manusia) yang seharurnya meningkat ke level Madawa (Dewa) justru menjelmakan karakter Danawa (raksasa), yang tentu saja semakin menjerumuskan manusia ke lembah dosa sekaligus menjauh dari surga.

Penulis, dosen Unhi Denpasar
Sumber : http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=61327

– Posted using BlogPress from my iPad

PAY IT FORWARD

BUNDA PENOLONG ABADI
PAY IT FORWARD

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik kepada orang lain.

Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD”

Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.

Percobaanpun dimulai :

Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor. Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”

Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi kerumah ibunya (nenek si revor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD,MOM”

Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD,SON”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis ke ci l yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis ke ci l begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis ke ci l : “PAY IT FORWARD, SIR”

Ayah si gadis ke ci l yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan: “PAY IT FORWARD”

Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawa nanny a mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.

Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak ke ci l ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua p emi rsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.

Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul dihalaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka ci ta terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.

Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan didalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu) “

Video interaktif (DVD) Tutorial lengkap belajar Photoshop, ilustrator, flash, sangat detail mudah dipahami, dituntun dari 0 + praktek. Harga Rp. 100.000,- reseller welcome. Hub : Made Sumiarta 08156803709 Pin 27B59965